Kuliah

Catatan Tahun Akhir (1): TA adalah Perjuangan

Hola! Akhirnya setelah sekian bulan macet, kegiatan nulis-nulis bisa lanjut lagi. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang kegiatan saya setahun terakhir (dari Bulan Februari 2016-Februari 2017). Ibarat sebuah hari, tahun akhir bisa dibilang senja yang menggantung. Ibarat hari yang mau berganti, tapi masih tertahan. Dimana umur udah (agak) senja, tapi kuliah belum khatam-khatam ckckck.

Mahasiswa tahun akhir punya tugas besar yang dinamakan “Tugas Akhir” yang biasa disebut TA. Kalau udah garap TA, biasanya orang-orang akan sibuk ngendon di laboratorium. Selain di laboratorium, mahasiswa tahun akhir harus rajin ke biro akademik biar update *modus nyari wifi. Kalau di jurusan saya biasanya runtutan kalau mau jadi sarjana dimulai dari selesaikan kuliah-seminar proposal-penelitian-seminar hasil-pertahanan hasil-ujian komprehensif-pertahanan komprehensif-wisuda. Tenang, ribuan orang telah berhasil lewatin ini semua, keep calm and show must go on!

Namanya tahun akhir, akan banyak suka duka. Bagi yang kuliahnya sudah selesai patut bersyukur bisa fokus untuk penelitian aja, nah kalau yang harus ambil kuliah ya harus ekstra semangat. Nah, (mungkin) ada yang bertanya-tanya kenapa ada yang ambil kuliah? Banyak alasannya mulai dari dapat kejutan akhir semester (dosennya pengen ketemu lagi jadi dikasih hadiah nilai D atau E), IPK belum memuaskan, belum ambil mata kuliah karena dapat pangkasan SKS semester sebelumnya, dll. Jadi, buat yang masih kuliah tolong jadikan pelajaran seniormu yang ambil mata kuliah tambahan ya dik wkwk *curhat.

Saya sendiri merasakan extended semester sebanyak satu semester, sebenarnya agak repot mengatur jadwal antara kuliah dan penelitian tapi demi masa depan saya punya alasan tersendiri untuk hal ini. Pernahkah teman-teman melihat berbagai requirement berbagai perusahaan atau pemerintahan? Coba deh iseng-iseng searching, bertanya pada senior-senior atau mungkin bisa menyicil mengintip-intip perusahaan tempat kerja nanti, dari kesemuanya salah satu persyaratannya yang vital adalah IPK (Ini Penentu Karir/Ini Penentu Kerja/Ini Penentu Katanyaaa). Yap, karena alasan yang satu ini saya nambah semester. Sayang rasanya kalau mengejar lulus tapi yang dibawa kurang memuaskan. Nanti ngelamar langsung ditolak karena IPK yang tidak mencukupi persyaratankan ga lucu, sudah kuliah susah-susah tapi baru diadministrasi sudah ditolak *sakit pake banget.

Balik lagi ke TA, hal ini pasti berhubungan dengan penelitian yang biayanya mandiri. Beasiswa dari pemerintah seperti Bidik Misi, BBM atau PPA tidak meng-cover biaya penelitian. Amat disayangkan memang, apalagi biaya untuk penelitian tak jarang mencapai hitungan juta. Diantara kita bahkan ada yang harus harus berkeluh kesah karena biaya penelitian. Untung saja waktu itu ada bantuan dari alumni angkatan salah satu dosen (Terimakasih Bapak/Ibu telah membantu teman kami semoga Allah membalas kebaikan yang mengalir 🙂 ). Selain itu juga ada bantuan TA juga dapat berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan yayasan seperti Tanoto Foundation (sayang pada tahun saya kampus belum masuk beasiswa ini). Selain itu untuk dapat mengajukan diri bisa ikut Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kemristekdikti (disalah satu jurusan bahkan wajib mengajukan proposal TA untuk Pkm lhoo) dan bisa juga ikut proyek dosen. (Kita kan mahasiswa, irit nomor satu dong yaaa. yang penting ga medit wkwk)

Well, untuk teman-teman dan adik-adik yang sedang berjuang untuk TA semoga penelitiannya lancar jaya! Untuk cerita lanjutan penelitian saya akan saya tulis di Catatan Tahun Akhir 2, soon! InsyaAllah.

Saya masih belajar menjadi manusia yang bisa bermanfaat untuk sesama, salam kenal dan mari ngobrol :)

2 Comments

  • muhammad ikbal

    Saya menghabiskan dana pribadi untuk riset dan pengembangan mengenai webgis digunakan sebagai sistem irigasi dan kesesuaian lahan (Alhamdulillah hampir rampung keseluruhannya). Saya dari Teknik Elektro Unand. Penelitian tersebut mengenai sensor kelembaban tanah, sample yang saya ambil meliputi sawah vulkanik sekitaran gunung talang, sawah vulkanik di sekitaran kerinci (termasuk sangir). Salam kenal 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *