Kuliah

Tahun Baru 1438 Hijriah

Setelah beberapa bulan hibernasi akhirnya saya bisa menulis juga, yeah! Sometimes, activities running day by day without space to express yourself will kill yours, mentally. Sebagian orang akan terbiasa dengan berbagai kegiatan yang secara reguler terus dilakukan, tetapi saya bukan termasuk bagian itu. It’s easy to me to feel bored. Akhirnya antusiasme saya untuk melakukan kegiatan menurun, mulai lesu, jam tidur meningkat, kurang bersemangat dan apa adanya saja dalam menghadapi hari. Dan saya pun mulai mencari cara untuk mengatur diri agar dapat mengencerkan kejenuhan. Walaupun sangat berat ternyata saya bisa juga buat menulis dan berbagai hobi saya lainnya. Akhirnyaaaa *haha*

Hari ini bertepatan dengan 1 Muharram 1438 H, yang merupakan tahun baru dalam kalender Islam, Hijriah. Berdasarkan sejarah, Hijriah ditentukan ketika Nabi Muhammad pindah dari Kota Mekah ke Madinah. Sebab Kota Mekah tak lagi kondusif untuk melakukan dakwah, ditambah lagi ditinggalkan selamanya oleh istri dan paman Beliau. Disaat itu, sekelompok orang dari Kota Madinah datang untuk menyatakan diri meyakini Islam. Rasul pun melihat adanya kesempatan yang baik untuk menyebarkan Islam ke Madinah sehingga keputusan diambil dan akhirnya pindah, Hijrah.

Sewaktu saya cek di berbagai medsos, ternyata netizen tak begitu antusias menyambut tahun baru Hijriah dan ini sangat konstras dengan peringatan tahun baru Masehi. Walaupun ada yang berpendapat tak usah merayakan tahun baru karena tak ada kebiasaan seperti itu dalam Islam, tapi apapun pendapatnya ada hal berharga yang dapat diambil dari Hijriah ini.

Perpindahan pasti akan memberikan perubahan baik atau buruk, dan setiap orang akan menginginan datangnya kebaikan. Yang jadi pertanyaannya, sebesar apa perubahan pada dirimu yang telah dilakukan hingga tahun 1438 H disaat umur kamu XX (misalnya 22 tahun)? Tak perlu muluk-muluk buat menanyakan perubahan yang diperbuat untuk lingkungan sekitar, karena jika kita telah bisa mengubah diri sendiri bisa dipastikan lingkungan akan menerima efek positifnya.

Dalam hidup, diri ini berlomba dengan waktu. Sayangnya, waktu tak dapat kita diubah namun diri ini dapat berubah. Dan kapan dan apa tujuan kita untuk berubah dapat kita tentukan sendiri.

Kejadian Pagi ini

Ketika langit masih kelabu usai subuh tadi saya pergi maraton. Dipertengahan jalan, saya melihat seorang wanita mengenakan pakaian yang selama ini cuma saya lihat di TV atau video clip girl band Korea, seorang anak kecil didekat saya langsung nyeletuk “Baa urang tu kak, apo baju nyo pakai e tu?” | Bagaimana itu kak, baju apa yang dipakainya? *dengan nada khas jengkel anak SD *saya speechless *edan banget.

Setiap orang pasti punya salah, tapi berusaha untuk tidak berbuat salah tak masalah bukan? Selagi aib kita masih ditutup rapat olehNya, bersyukurlah dan berusahalah untuk memohon ampunanNya. Sebab perubahan itu diri sendiri yang melakukannya.

Semoga tahun baru, semangat baru, kebaikan yang baru

Untuk yang mau berbuat kebaikan yuk Hijrah 🙂

Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan khusyuk, laki-laki dan perempuan bersedekah, laki-laki dan perempuan berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama (Allah), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar –  Al-Ahzab:35

Disclaimer: featured image was edited by photoshop and original pict comes from here.

Saya masih belajar menjadi manusia yang bisa bermanfaat untuk sesama, salam kenal dan mari ngobrol :)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *