Festival Kebudayaan Jepang (Bunkasai) 文化 祭 Unand

Kali ini saya akan berbagi informasi salah satu event besar dari anak Unand yang berasal dari Sastra Jepang, yakni Bunkasai. Acara ini mungkin asing bagi sebagian orang, begitupun saya awalnya (jujur saya baru tahu bunkasai ketika semester dua kuliah 😀 ) Kata Bunkasai berasal dari Bahasa Jepang yakni 文化 祭 yang artinya Festival Budaya a.k.a Cultural Festival. Acara ini dinegeri asalnya merupakan acara tahunan disekolah. Acara ini menampilkan berbagai kebudayaan Jepang, mulai dari tarian, nyanyian dan berbagai gerai makanan atau minuman tradisional.

Kalau di Indonesia, umumnya acara ini umumnya dilakukan oleh mahasiswa Sastra Jepang. Dan salah satunya yang telah diangkatkan oleh mahasiswa Sastra Jepang Unand, Padang dan untuk perhelatan tahun ini merupakan bunkasai ke-12. Acara ini umumnya berlangsung selama beberapa hari untuk tahun ini dilakukan selama tanggal 18, 19 dan 20 April.

Bisa dibilang, tiap tahun saya nonton acara ini. Hitung-hitung buat mengencerkan kejenuhan kegiatan dikampus hehe. Dan jarang-jarang gitu ada acara yang dibuka untuk umum. Acara ini terbuka untuk semua kalangan mulai dari anak SMA, Japan Community, masyarakat umum dan mahasiswa tentunya.

Di Unand, Bunkasai dilaksanakan di Auditorium kampus. Dan berikut cuplikan bunkasai yang ke-X tahun 2014 dan ke-XII pada tahun ini 😀

IMG_7206
Bunkasai ke-X memiliki latar panggung Gunung Fuji

FYI, Gunung Fuji merupakan icon terkenal dari Jepang. Banyak sekali karya seni yang dibuat dengan latar belakang gunung ini. Dan Gunung Fujitelah telah dinyatakan sebagai situs peninggalan dunia oleh UNESCO. Orang yang bepergian ke Gunung Fuji bukan hanya untuk sekedar pendakian, namun juga untuk melihat festival disana. Terdapat dua festival terkenal dipegunungan tersebut, yakni Festival Shibazakura (festival bunga) dan Festival Yabusame (festival aksi samurai). Gunung api dengan puncak kerucut ini memiliki ketinggian 3776 mdpl Wow!

IMG_0117
Bunkasai ke-XII memiliki latar panggung Istana Himeji

IMG_7056Di acara ini, banyak sekali ornamen yang berkaitan yang khas dari negeri panda itu, salah satunya Pohon Sakura. Jika Cheryy blossom ini mekar maka ini berarti Jepang akan memasuki musim semi. Dan untuk acara bunkasai ditengah auditorium selalu terdapat bunga sakura ini. Pada Bunkasai X temanya bunkasai di musim dingin jadinya bunga sakuranya putih dan ada snowman-nya. Untuk tahun ini bunga sakuranya mekar dan cantik banget, it means temanya musim semi sepertinya. FYI, Untuk yang pengen banget melihat bunga sakura secara langsung dan masih menabung untuk ke Jepang, di Indonesia ada kok. Bunga sakura di Indonesia salah satunya bisa dilihat di Kebun Raya Cibodas. Kebun ini berada diwilayah hutan Gunung Gede Parangrango, Cianjur, Jawa Barat.

Replika Bunga Sakura di Tengah Auditorium selama Bunkasai XII

Di auditorium juga terdapat bambu yang digantungi kertas. Bebagai warna kertas pun digantung dan berisi tulisan mengenai harapan atau cita-cita seseorang. Kertas ini disebut Tanzaku dan bambunya disebut Sasa. Tanzaku kerap ditemui di Jepang dilakukan saat perayaan Tanabata, yakni Festival Bintang.

Isi dari tanzaku bermacam-macam, mulai dari masalah kuliah, pesan dan kesan selama bunkasai, ada yang curhat masalah percintaan, ada yang menyatakan suka ke seseorang, dll. Isinya buat seru-seruan aja, jangan dianggap serius hehe.

Tapi kebanyakan isinya Bahasa Jepang, ora mudeng aku rek 😀

 

Ada yang tau apa artinya?

Selama kegiatan berlangsung banyak costplayer yang berseliweran diacara. Costplayer merupakan sebutan untuk orang yang melakukan costum-play yakni orang yang menggunakan kostum atau pakaian menyerupai tokoh, kalau diacara bunkasai umumnya menyerupai tokoh anime, manga, video game, dll. Selain itu juga ada stan yang menawarkan untuk memakai salah satu pakaian tradisional Jepang yakni Yukata. Bukannya pakaian tradisional Jepang itu Kimono ya? Nah, ternyata Kimono dan Yukata sama-sama berasal dari Jepang. Namun pemakaiannya berbeda, Kimono digunakan saat acara formal sedangkan Yukata digunakan saat acara non-formal.

_MG_9349
Di acara Bunkasai ada stan untuk foto dengan menggunakan yukata loh!

IMG_7479Kalau berniat uji nyali ada Obake House, alias Rumah Hantu. Saya sudah mencoba sewaktu bunkasai X dan cukup itu untuk yang pertama dan terakhir. Saya lupa durasinya selama masuk ke obake house, yang saya ingat cuma dikejar oleh makhluk yang ngesot, terus ada yang tiba-tba keluar dari dinding, dan ada yang gelayutan.

Saya enggak mau ulang lagi, cukup! T.T

 

Selama acara bunkasai berlangsung ada berbagai stan yang bisa dikunjungi, ada yang menawarkan komik, pin, mug, kipas dan berbagai aksesoris lain yang bersangkutan dengan Jepang. Selain itu juga ada berbagai gerai makanan dan minuman yang bisa dikunjungi. Selain itu, juga ada berbagai lomba yang diadakan seperti lomba seiyuu yang banyak diikuti oleh anak SMA. Seiyuu merupakan lomba untuk mengisi suara (dubbing) dari suatu adegan anime. Ada juga lomba menyanyi, dance, dll.

Kalau mau mampir ke Unand sekitar bulan April, jangan lupa tandai tanggal acara Bunkasai yaa 😀

Sekian dulu kali ini  さようなら – Sayonara 🙂

 

2 comments

  1. Bacaannya… obake yashiki saigo made ganbatte
    (rumah hantu… berjuang/bertahan sampai akhir) 😀
    yang di dalam lingkaran itu kanji untuk kata hidari yang artinya kiri

    Salam kenal Naura, Ami di sini, alumni Farmasi Unand 2008, izin main di blognya ya, tulisannya bagus-bagus

    1. Ternyata ttg obake wkwk, Trimakasih kakak 😀
      Ra (sebenernya) suka melancong ke blog kakak juga, apalagi pas tahun awal kuliah haha #stalkingsenior
      Ra nemu blog Kakak, Bg Apriyandi, Kak… (lupa namanya, tp skrg kakaknya di Jepang), Kak Sari, dan Pak Yori 😁 (dan yg lain ada juga sepertinya).
      Salam kenal juga Kak Ami ^_^ I learn from senior first, *sayang kalo masa kuliah tak diabadikan
      *Maafkan Ra suka melancong tanpa meninggalkan jejak (komen) wkwk.
      Trimakasih sudah memberi jejak disini Kak~~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *