Kuliah

Persiapan Uji Fitokimia

Hola, (Calon) Farmasis! Kali ini saya akan membahas mengenai materi yang biasa dilakukan untuk  Kuliah Lapangan (KL) mata kulia Kimia Bahan Alam (KBA). Tujuan dari KL ini adalah untuk pengujian fitokimia. Apa itu uji fitokimia? Ngapain?? Temukan jawabannnya dibawah ini.

Yuk, kita awali dulu dengan apa itu uji fitokimia?

Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui aspek kimia suatu tanaman. Dalam hal ini kita akan menggolongkan senyawa tanaman berdasarkan kandungannya.

Apa yang menjadi acuan pengujian?

Kita akan mengacu pada visual sampel, mulai dari perubahan warna, terbentuknya endapan, busa, dll. Bayangkan, suatu daun tanaman, dihaluskan, diberi suatu cairan, dipanaskan, abracadabra puff! Terjadi perubahan warna dan amati! *skip*.

So, apa saja golongan senyawa yang akan diamati?

Golongan senyawa umum seperti alkaloid, triterpenoid, flavonoid, fenolik dan saponin.

Bagaimana langkah pengujiannnya?

Pertama-tama mari kita siapkan bahan reagennya, yang terdiri dari:

  • Asam Sulfat Pekat/H2SO4 (p)
  • Asam Klorida Pekat/HCl (p)
  • Kloroform (CHCl3)
  • Pereaksi Mayer
  • Serbuk magnesium (Mg)
  • Pasir Netral
  • HgCl2
  • KI
  • Ammonia (NH3)
  • FeCl3
  • Anhidrida asetat (C4H6O3)
  • Norit
  • Etanol (CH3CH2OH)
  • Aquadest

 

Langkah pembuatan pasir netral:

Pasir netral digunakan untuk membantu menghaluskan sampel selama penggerusan. Cara pembuatannya: Pasir halus direndam dengan pelarut HCl 2N direndam semalam dan dikeringkan. (pelarutnya silahkan diencerkan dari HCl pekat, jadi jika ingin membuat HCl 2N 1 liter berapa volume HCl pekat yang dibutuhkan? FYI, HCl pekat adalah 12 N).

Langkah pembuatan reagen Mayer:

Reagen ini berasal dari merkurium(II) klorida  ditambah kalium iodida. Pembuatan larutan merkurium(II) klorida: 1,3590 g ditambhkan 60 mL aquadest. Untuk pembuatan larutan kalium iodida: 5 g KI ditambhankan 10 mL aquadest. Kedua larutan dicampurkan dan dicukupkan dengan aquadest hingga 100 mL.

Langkah Pengerjaan Uji Fitokimia:

  1. Metoda Culvenor-Fitzgerald (Uji Alkaloid)

Langkah Kerja:

  • 4 gram sampel segar dipotong halus tambah sejumput pasir netral, kemudian digerus
  • Kemudian dimasukkan 10 mL kloroform dan digerus kembali
  • Kemudian dimasukkan 10 mL kloroform ammonia 0,06 N dan digerus kembali.
  • Kemudian sampel disaring menggunakan kapas dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi
  • Kemudian dimasukkan 0,5 mL asam sulfat 2 N dan kemudian bolak-balik perlahan dan biarkan sejenak hingga terbentuk 2 lapisan
  • Ambil lapisan asam dan tambahkan reagen Mayer 1-2 tetes

Hasil Kerja:

Uji alkaloid dinyatakan positif apabila:

+         terbentuk kabut putih

++       larutan berwarna putih seperti susu

+++     endapan putih

++++ supernatant

mayer
Reaksi antara alkaloid dan reagen mayer

 

  1. Metoda Simes dkk yang dimodifikasi (Digunakan untuk mendeteksi golongan saponin, fenolik, flavonoid, terpenoid dan steroid)

Langkah Kerja Umum:

  • 4 gram sampel segar di potong halus kemudian tambahkan 25 mL etanol,
  • Sampel dipanaskan selama 15 menit, kemudian sampel disaring,
  • hasil saringan diuapkan hingga kering
  • Kemudian dimasukkan kloroform dan aquadest (1:1) masing-masing 5 mL, kocok perlahan kemudian diamkan hingga terbentuk 2 lapisan. Lapisan air digunakan untuk uji Saponin, fenolik, bisa juga untuk uji flavonoid.

Langkah Kerja Uji Saponin:

  • Saponin: ambil 3 mL lapisan air dimasukkan dalam tabung reaksi, kocok kuat. Hasil Kerja Saponin: Terbentuk busa yang bertahan selama 15 menit
saponin
Contoh pengujian saponin hingga terjadi busa. jadi, apa yang sebenarnya menyebabkan ia berbusa?

Langkah Kerja Fenolik:

  • Fenolik: teteskan 1 tetes lapisan air pada plat tetes + 1 tetes larutan FeCl3 1%. Hasil Kerja Fenolik: Sampel berwarna hijau/biru kehitaman
fenolik
Ada yang tau jenis reaksi apa ini?

Langkah Kerja Golongan terpenoid dan steroid:

  • Lapisan kloroform digunakan untuk mendeteksi gol terpenoid dan steroid :
  • Lapisan kloroform dilewatkan ke norit sehingga diperoleh lapisan yang bening, teteskan pada plat tetes kemudian tambahkan 1 tetes anhidrida asetat dan asam sulfat pekat:

Hasil Kerja:

  • Terpenoid bila berwarna merah/pink
  • Steroid bila berwarna hijau/biru
  • Terpenoid dan steroid jika berwarna ungu

 

  1. Metode Sianidin Test (Digunakan untuk mendeteksi flavonoid)

Langkah Kerja:

  • 4 gram sampel dipotong halus + 25 mL etanol, panaskan selama 15 mnt, kemudian ambil hasil maserasi teteskan pada plat tetes, tambahkan 1 tetes HCl pekat tambah serbuk Mg. Hasil Kerja: jika terbentuk warna pink-merah.
flavonoid
Apa fungsi serbuk Mg dan HCl dalam reaksi ini?

Sekian dulu, semoga pertanyaan dan pernyataannya membantu 😉

 

Source:

Diktat Praktikum KBA. 2014. Fakultas Farmasi, Universitas Andalas

Minhatun Nafisah, Tukiran, Suyatno, dan Nurul Hidayati. 2014. Uji Skrining Fitokimia Ada Ekstrak Heksan, Kloroform Dan Metanol Dari Tanaman Patikan Kebo (Euphorbiae hirtae). Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya, Prosiding Seminar Nasional Kimia, ISBN: 978-602-0951-00-3.

Soerya Dewi Marliana, Venty Suryanti Dan Suyono. 2005. Skrining Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam Ekstrak Etanol. Biofarmasi 3 (1): 26-31, Pebruari 2005, ISSN: 1693-2242.

Saya masih belajar menjadi manusia yang bisa bermanfaat untuk sesama, salam kenal dan mari ngobrol :)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *