Kuliah

Radiofarmasi, Sediaan Dari Batuan(?)

Jika kamu penikmat film animasi khususnya mengenai galaksi superhero, Superman merupakan salah satu tokoh fiksi yang terdepan dingatanmu. Entah kenapa sewaktu belajar radiofarmasi yang ada fikiran saya adalah The man of steel ini. Yang paling melekat dalam imajinasi saya adalah ketika Superman melemah ketika melihat batu Kryptonite yang merupakan suatu batu yang berasal dari planet asalnya yaitu Krypton. Didalam film, diperlihatkan bahwa Superman akan mengalami perubahan sifat dan kekuatan jika terpapar radiasi dari batu tersebut. Nah, oleh sebab itu karena sama-sama memiliki sifat ‘radiasi’ saya jadi kefikiran apakah radiofarmasi juga berasal dari benda angkasa layaknya kryptonite di film Superman? Nah, mari kita cari kebenarannya!

Superman
Kalau di Indonesia kryptonite jadi batu akik ga ya? wkwkwk

 Sebenarnya, radiasi itu apa?

Radiasi dapat diartikan sebagai energi yang dipancarkan dalam bentuk partikel atau gelombang. Berdasarkan massanya, radiasi memiliki dua jenis yaitu:

  • Radiasi elektromagnetik, yaitu radiasi yang tidak memiliki massa. Radiasi ini terdiri dari gelombang radio , gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, sinar X, sinar gamma dan sinar kosmik
  • Radiasi partikel yaitu, radiasi berupa partikel yang memiliki massa. Radiasi ini misalnya partikel alfa, beta dan neutron. (sumber: batan.go.id)

Apa hubungannya radiasi dalam sediaan radiofarmasi?

Oke, mari kita tilik dulu beberapa pengertian sediaan radiofarmasi dari beberapa sumber:

Menurut farmakope Edisi III, Radiofarmasi merupakan sediaan yang mengandung satu jenis radionuklida atau lebih.

Menurut Ansel, Radiofarmasi merupakan sediaan yang mengandung isotop radioaktif dipakai pada manusia untuk tujuan diagnosis, meringankan dan menyembuhkan penyakit.

Menurut Gopal B. Saha sediaan radiofarmasi merupakan sediaan yang bekerja dengan memancarkan suatu energi. Lebih lanjut, Radiofarmasi merupakan komponen radioaktif yang digunakan untuk diagnosa dan penanganan suatu terapi dari penyakit yang diderita oleh manusia.

Dari ketiga definisi tersebut ada dua kata kunci yakni radionuklida dan isotop radioaktif, apa itu?

Radionuklida merupakan suatu atom yang memanfaatkan radiasi dari inti atom.

Radioaktif merupakan bentuk energi yang dipancarkan oleh atom melalui partikel atau gelombang elektromagnetik. Pada umumnya unsur dengan nomor stom lebih besar dari 83 adalah radioaktif.

Isotop merupakan atom dengan jumlah proton sama tapi netron berbeda.

atom
Inti atom

Nah, kesimpulannya radiofarmasi memanfaatkan sifat radiasi dari suatu atom dan menggunakannya untuk diagnosa atau terapi suatu penyakit.

 

Terus, apa saja bentuk obat ini? Dan apakah bisa langsung ditelan seperti obat lain ya?

Setelah otak atik Medscape akhirnya saya temukan juga bagaimana bentuk dan kegunaan sediaan ini.

  • Hicon: komposisi Sodium Iodide i-131 (Mallinckrodt Pharmaceuticals)

Bentuk sediaan: Larutan oral, kapsul

Kegunaan: diagnosa fungsi tiroid, terapi kanker tiroid, terapi hipertiroid

  • Lymphoseek: komposisi Technetium Tc 99 Tilmanocept (Navidea Biopharmaceuticals, Inc.)

Bentuk sediaan: Parenteral

Kegunaan: Agen pemetaan diagnosa pada limfa

  • Metastron: Komposisi Strontium 89 chloride (GE Healthcare)

Bentuk sediaan: Larutan injeksi

Kegunaan: Metastasis tulang

  • Quadramet: komposisi Samarium Sm 153 Lexidronam

Bentuk sediaan: larutan injeksi

Kegunaan: metastasis tulang

  • Xofigo: komposisi Radium-223 dichloride (Bayer HealthCare Pharmaceuticals Inc.)

Bentu sediaan: Larutan Intravena

Kegunaan: terapi kanker prostat

Jadi, bentuk sediaan dari radiofarmasi adalah larutan oral, injeksi dan kapsul ya! Dengan kegunaan terapi dan diagnosa yang berbeda-beda.

Nah, kembali kepertanyaan awal tadi, apakah sumber radiofarmasi adalah bebatuan??

Begini, sumber dari radionuklida ini misalnya saja radium adalah peluruhan (kalau di textbook istilahnya decay) dari uranium (kristal asam sulfur kalium uranil). Uranium adalah logam yang keberadaannya hampir sama dengan logam zink maupun timah dan merupakan penyusun batuan pada umumnya bahkan juga terdapat dalam air laut (Ahmad, 2010). Dan siapakah penemu dari hal luar biasa ini? Beliau adalah Marie Curie, yang menerima hadiah nobel dalam bidang fisika dan pada tahun 1911 juga menerima hadiah nobel di bidang kimia (wanita satu-satunya yang menerima hadiah nobel dua kali *keprok-keprok* 😀 ).

So, karena berasal dari bebatuan maka uranium merupakan hasil tambang yang banyak dicari. Sssst, bahkan ada rumor kalau katanya Freep*rt berlama-lama di tanah Papua karena mencari sumber uranium, ternyata uranium banyak manfaatnya salah satunya sebagai sumber energi nuklir. Namun untuk sediaan radiofarmasi, batuan tersebut diolah kembali secara kimia agar tidak toksik dan layak menjadi obat-obatan.

Oke, sekian dulu mengenai radiofarmasi. Walaupun berasal dari logam penyusun batuan, radiofarmasi harus diolah lebih secara kimiawi baru bisa dimanfaatkan 🙂

Source:

Ansel, HC. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, diterjemahkan oleh. Farida Ibrahim. UI-Press, Jakarta.

Anwar, Chairil. 2010. Energi Nuklir Indonesia Dalam Konteks Energi Nuklir Dunia: Antara Harapan Dan Kenyataan. Seminar Nasional VI SDM Teknologi Nuklir. Yogyakarta.

Depkes RI. 1979. Farmakope III. Jakarta.

Saha, Gopal B. 2010. Fundamentals of Nuclear Pharmacy. Springer Science+Business Media, LLC.

www.batan.go.id

Saya masih belajar menjadi manusia yang bisa bermanfaat untuk sesama, salam kenal dan mari ngobrol :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *