Pendakian ke Danau Tertinggi Se-Asia Tenggara, Danau Gunung Tujuh

Sudah pernah mendengar Danau Gunung Tujuh? Belum? Kalau Gunung Kerinci? Ya, danau dan gunung ini memiliki satu kesamaan yakni berada dalam satu wilayah yaitu Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau ini bertetanggaan di Gunung Kerinci. Untuk mencapai danau ini kita akan masuk melalui Desa Pelompek. And here the map

Danau Gunung Tujuh, sesuai namanya, dikelilingi oleh tujuh gunung. Danau yang berada diketinggian 1950 m dpl ini menurut beberapa sumbermerupakan danau yang berada pada ketinggian teratas se-Asia Tenggara.

Perjalanan ini kami lakukan di akhir tahun 2014, dari tanggal 25 hingga 27 Desember tepatnya. Dan kita akan memulai perjalanan dari sini (25/12).

Sebelum masuk lapor dulu ke posko dan Selamat Datang Danau Gunung Tujuh
Sebelum masuk lapor dulu ke posko dan Selamat Datang Danau Gunung Tujuh

Jalan menuju Gunung Tujuh dikeliingi oleh pohon besar, jadi ketika pendakian kita akan mendengar derit pohon. Dan angina disini juga bertiup cukup kencang. Perjalanan ini memakan waktu sekitar lima jam dengan kecepatan newbie hehehe.

DSCN5058
Salah satu puncak di Gunung Tujuh Dari kiri ada Bg Soni, Nadia, Rara, Viki, Uun, Kak Sri, Bg Rama

Uniknya, karena Danau ini berada pada ketinggian maka air suatu aliran yang keluar dari danau dan membentuk air terjun. Terusan air dari dari danau inilah yang menjadi sumber air dari Air Terjun Telun Berasap.

DSCN5147
Terusan air menuju Air terjun Telun Berasap

Untuk mengangkut barang disini kita dapat menggunakan sampan, yang dibawa oleh seorang bapak yang umurnya sudah cukup tua. Beliau tinggal disini untuk menjaga sekaligus membawakan barang jika ingin menyeberangi danau. Dan karena orangtua saya berpesan tidak boleh menaiki sampan, maka saya pun nurut dan harus berjalan melewati gelondongan kayu pada terusan air, *harus hati-hati kalau tidak terjun ke Air Terjun Telun Berasap hehee.

P_20141225_143143_HDR
Pengangkutan barang menggunakan sampan

 

DSCN5189Oh iyaa, tim kami terdiri dari sepuluh orang yang tinggal dalam tiga tenda. Setelah mendirikan tenda dan membereskan perlengkapan kami pun masak untuk makan malam. Udara disini sangat dingin maka perut akan cepat keroncongan dan api unggun pun dibuat. Makanan yang kami bawa sudah dimasak terlebih dahulu di Padang, jadi ketika diatas tinggal memasak nasi. Dan ini menu sore ini, ada yang tau nama sambalnya apa? 😀 Setelah semua selesai waktunya istirahat.

 

DSCN5403
Salam Pagi dari Gunung Tujuh

Pagi datang (26/12), setelah membagikan piket harian kami pun melakukan tugas masing-masing.

DSCF4267
Barter adalah satu-satunya hal yang kamu bisa lakukan disini. Salah satunya dengan barter dengan tangkapan bapak
DSCN5172
Camp lain diseberang

Dan kali ini saya merasakan pergantian angka-umur ditempat yang berbeda

DSCN5092
sweet brownies, in sweet day

Danau ini merupakan danau caldera, yakni yang berasal dari letusan gunung terdahulu. Jadi, danau ini membentuk cerukan yang dalam, hal ini dapat dilihat dari pinggiran danau yang mana banyak gelondongan kayu yang pangkalnya sudah tak tampak lagi.

 

DSCN5231
Menunggu siang diatas gelondongan kayu

 

DSCN5330
Salah satu paku-pakuan yang ada disini (Photo by: Nadia Utami Vidian)

Dan keesokan harinya (27/12) waktunya untuk pulang.

DSCF4317
And here we are 😀 dibelakang ada bg Hanif dari kiri ke kanan yang ditengah, (baju merah) Bg Farhan, Bg Nov, Ridho, Bg Eki, Naura, Viki, Pak Adi Di bawah, Bg Riki, Bg Rama, Bg Soni, Kak Sri, Uun dan Nadia

Sekian dulu cerita kali ini 🙂

4 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *