728 Hari – Ibu Jembatanmu Menuju Surga oleh Djono W Oesman

Novel ini diangkat dari kisah nyata Eva Meliana Santi seorang penderita sebuah penyakit yang langka, lupus. Penyakit ini merupakan penyakit dengan kelainan imunitas. Normalnya sistem imun akan menjaga tubuh dari makhluk asing seperti virus, bakteri, dan zat yang dapat membahayakan tubuh. Namun pada penderita lupus, imunitas mereka bekerja dengan sangat aktif sehingga tidak hanya makhluk dan zat asing tapi juga organ normal yang tak bersalah seperti ginjal, pankreas dan hati.

Diawali dari tahun 1986, Eva mengalami gejala tipus yakni infeksi disaluran cernanya setelah beberapa hari berlalu Eva kembali dapat masuk sekolah. Eva yang biasanya kuat tiba-tiba tumbang di upacara dan Eva kembali diperiksa dan hasilnya terjadi pengentalan darah dan disimpulkan mengalami Demam Bedarah Dengue (DBD). Pada akhirnya Eva mangkir sekolah dan harus rawat inap di rumah sakit.

Ibunda Eva, Sugiarti memecahkan tangisnya setelah diberitahu oleh dokter kalau Eva ternyata menderita lupus. Tubuhnya sontak terkulai lemas setelah tahu ternyata lupus tidak dapat disembuhkan dan akan mengoyak tubuh anaknya perlahan namun pasti. Sugiarti memberi tahu Eva bahwa anaknya menderita lupus, tok hanya itu tanpa ada penjelasan lebih lanjut dari Sugiarti. Eva muda begitu ingin tahu dan memberanikan diri menanyakan mengenai penyakit tersebut. Eva mengaku telah mendengar semua penjelasannya dari Ibunya namun ia tak puas, sehingga ingin menanyakan kepada dokter secara langsung. Dokter memperkirakan Eva akan bertahan hanya dalam dua tahun ini. Sontak setelah keluar ruangan air mata Eva meleleh. Sudah dua hari Eva dirawat, jika memang jatah hidupnya dua tahun berarti sisa waktunya tinggal 728 hari lagi.

Lupus mulai agresif, punggung Eva dibor untuk diambil sum-sum tulang belakang guna menegakkan diagnosis. Walaupun begitu Eva tetap melanjutkan hari-hari seperti biasa walau memang harus masuk-keluar rumah sakit. Sempat tidak naik kelas sewaktu SMA karena dirawat berbulan-bulan di RSCM. Badannya mulai membengkak dan mukanya kemerahan membentuk pola kupu-kupu serta moonface.

Nanan pun hadir dihidup Eva, siap untuk mendampingi Eva. Menyatakan siap dengan resiko yang ada, Nanan dan Eva pun menikah dan sah menjadi suami istri. Beberapa bulan berselang Eva pun hamil, calon cucu pertama bagi kedua belah pihak disambut gembira dan penuh harap. Namun amat disayangkan, setelah Eva berjuang antara hidup dan mati untuk mempertahankan janinnya sang jabang bayi hanya bertahan dua puluh dua pekan. Eva tak ingin membuat keluarga sedih, dia ingin menghabiskan waktunya dengan kebahagiaan dan membahagiakan orang lain. Itulah cara Eva menggunakan sisa waktunya.

Eva aktif di komunitas Dahlanis dan YLI (Yayasan Lupus Indonesia). Bekerja sama dengan relawan lainnya memberi dukungan moral maupun materil kepada sesama penyandang lupus. Eva dikenal supel dan ramah. Dia tidak hanya berdiam dirumah, namun juga bekerja menjadi MC untuk pernikahan.

Sugiarti adalah ibu yang begitu kuat, berpuluh tahun mendampingi Eva dan mengayomi tiga adik Eva lainnya bukanlah hal yang mudah. Selalu berjuang mencari darah yang harus ditranfusi dan menjadi pengingat agar Eva mau meminum berbelas tablet atau kapsul obat setiap harinya. Dan menguatkan diri jika setiap Eva kambuh, inikah harinya?

Dan Sugiarti dan Nanan pun ditinggalkan Eva selamanya pada 1 April 2014.

 

Bagi Eva, Ibu adalah jembatan menuju surga. Gembirakan ibumu selagi bisa, selagi sempat – Djono W Oesman

Buku ini sarat akan perjuangan bagaimana menerima takdir Allah. Bukan mengenai mengapa, namun apa yang harus dilakukan. Sebab, penyakit sejatinya hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberi dan menyembuhkan, manusia bertugas berjuang guna bisa naik kelas dihadapanNya. Pesan paling dalam adalah bagaimana perjuangan Ibu Sugiarti menguatkan diri dan selalu mendampingi anaknya. Dan dengan membeli buku ini kita juga telah mendonasi untuk penyandang lupus di Indonesia. Dan bagi yang disekitar kampus dan ingin meminjam buku ini, bisa menghubungi saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *